Kamis, 06 Maret 2014

Tentang Dallas Buyers Club




Setelah kena AIDS, lalu apa?

            Saya mulai review film ini dengan 1 kata: Mengesankan. Yea,I am impressed! Bersetting di Tahun 1985, seorang teknisi listrik dan kadang-kadang ikut Rodeo banteng di Dallas, Ron Woodroof (Matthew McCounaghey) mengalami kecelakaan saat memperbaiki box listrik dan memaksanya dibawa ke rumah sakit. Di rumah sakit itulah ternyata baru diketahui bahwa ia terkena virus HIV. Dokterpun mendiagnosa kalau umurnya cuma sampai 30 hari. Dari sinilah konflik demi konlik film dimulai.
            Saya terkesan dengan bagimana Matthew McCounaghey menjadi sangat kurus di film ini demi mendalami efek virus HIV tersebut. Saking kurusnya tulang pipinya sampai keliatan jelas, bahkan di salah satu scene, waktu kaki Ron Woodroof dipijit oleh Rayon (Jared Leto), terlihat tulang paha sampai kaki, sangat kecil. Diet ekstrim seperti Chritian Bale di film The Machinist mungkin dilaluinya.
            Jared Leto juga musti saya acungi 4 jempol, kesan gagah dan cowok banget khas vokalis 30 Second To Mars sama sekali hilang. Beperan sebagai waria yang juga terjangkit virus HIV, selain kurus banget, gestur tubuhnya, serta cara bicara dia juga sangat cewek, total!
            Terlepas dari peran kedua aktor di atas, film ini juga mempunyai cerita yang kuat, konflik yang dibangun tersusun rapi, membuat kita selalu tertarik sepanjang film. Bagaimana Ron, yang sebelumnya sangat menyangkal bahwa dirinya terjangkit HIV, mulai belajar tentang virus tersebut, dan mulai mengobati dirinya sendiri, mendirikan Dallas Buyer Club bersama Rayon (anda akan tahu artinya saat nonton film ini), sampai berseteru dengan pihak BPOM dan pemerintah di sana, semua tersusun rapi dan masuk akal.
            Sisi manusiawi juga ada di film ini. Ron, yang sebelumnya sangat anti waria, sejak kenal Rayon, beralih menghargai pilihan hidup beberapa orang untuk menjadi waria. Bagaimana Ron sangat membela ketika ada temannya yang tidak mau bersalaman dengan Rolan ketika dikenalkan, membuat kedekatan emosi antara dua sahabat-berpenyakit ini sangat kuat.
            Garis besarnya, film ini adalah tentang seseorang yang dulunya cuma tukang reparasi listrik, mendapati dirinya kena AIDS, bukannya menyerah, malah kehidupannya menjadi lebih sukses dari yang dia bayangkan (dengan Dallas Buyers Club). Perjuangan seorang manusia untuk bertahan hidup, melawan penyakitnya, memperbaiki hidupnya, dan belajar menghargai sesama manusia. Jenis film yang sangat apik untuk menemani ngopi di Minggu pagi..