Setelah kena AIDS, lalu apa?
Saya mulai review
film ini dengan 1 kata: Mengesankan. Yea,I am impressed! Bersetting di Tahun 1985, seorang teknisi listrik dan
kadang-kadang ikut Rodeo banteng di Dallas, Ron Woodroof (Matthew McCounaghey)
mengalami kecelakaan saat memperbaiki box listrik dan memaksanya dibawa ke
rumah sakit. Di rumah sakit itulah ternyata baru diketahui bahwa ia terkena
virus HIV. Dokterpun mendiagnosa kalau umurnya cuma sampai 30 hari. Dari
sinilah konflik demi konlik film dimulai.
Saya terkesan dengan bagimana
Matthew McCounaghey menjadi sangat kurus di film ini demi mendalami efek virus
HIV tersebut. Saking kurusnya tulang pipinya sampai keliatan jelas, bahkan di
salah satu scene, waktu kaki Ron Woodroof dipijit oleh Rayon (Jared Leto),
terlihat tulang paha sampai kaki, sangat kecil. Diet ekstrim seperti Chritian
Bale di film The Machinist mungkin dilaluinya.
Jared Leto juga musti saya acungi 4
jempol, kesan gagah dan cowok banget khas vokalis 30 Second To Mars sama sekali
hilang. Beperan sebagai waria yang juga terjangkit virus HIV, selain kurus
banget, gestur tubuhnya, serta cara bicara dia juga sangat cewek, total!
Terlepas dari peran kedua aktor di
atas, film ini juga mempunyai cerita yang kuat, konflik yang dibangun tersusun
rapi, membuat kita selalu tertarik sepanjang film. Bagaimana Ron, yang
sebelumnya sangat menyangkal bahwa dirinya terjangkit HIV, mulai belajar
tentang virus tersebut, dan mulai mengobati dirinya sendiri, mendirikan Dallas
Buyer Club bersama Rayon (anda akan tahu artinya saat nonton film ini), sampai
berseteru dengan pihak BPOM dan pemerintah di sana, semua tersusun rapi dan
masuk akal.
Sisi manusiawi juga ada di film ini.
Ron, yang sebelumnya sangat anti waria, sejak kenal Rayon, beralih menghargai
pilihan hidup beberapa orang untuk menjadi waria. Bagaimana Ron sangat membela
ketika ada temannya yang tidak mau bersalaman dengan Rolan ketika dikenalkan,
membuat kedekatan emosi antara dua sahabat-berpenyakit ini sangat kuat.
Garis besarnya, film ini adalah
tentang seseorang yang dulunya cuma tukang reparasi listrik, mendapati dirinya
kena AIDS, bukannya menyerah, malah kehidupannya menjadi lebih sukses dari yang
dia bayangkan (dengan Dallas Buyers Club). Perjuangan seorang manusia untuk
bertahan hidup, melawan penyakitnya, memperbaiki hidupnya, dan belajar
menghargai sesama manusia. Jenis film yang sangat apik untuk menemani ngopi di
Minggu pagi..
